Apakah orang Kristen pengikut Yesus ataukah pengikut Paulus? Sebagian besar dari anda pastinya akan serta merta mengatakan bahwa orang Kristen adalah pengikut Yesus sebagaimana kata-kata dalam doa-doa orang Kristen selama ini. Tapi nanti dulu, mari kita cermati Al-kitab terlebih dahulu.

Dalam Injil, Yesus sendiri memberikan jawabannya :

I have many things to say unto you, but your ears cannot bear them yet” Artinya “Sesungguhnya banyak hal yang hendak Aku sampaikan kepadamu, tetapi telingamu belum mampu mendengarnya “(Yohanes 16.12). Berkaitan dengan itu, Yesus juga menyatakan : “If you do not believe when I tell you of material things, how you will believe when I tell you of spiritual things? (Kalau kalian bahkan tidak percaya ketika Aku mengatakan hal-hal duniawi, bagaimana mungkin kalian akan mempercayai hal-hal spiritual yang Aku sampaikan?”) (Yohanes 3.12) . Bagaimana Yesus akan menyampaikan pengetahuan spiritual yang lebih tinggi, kalau baru mengajarkan dasar-dasar moralitas saja sudah dihukum salib?

Jika kita cerna lebih jauh pernyataan Yesus di atas, tidakkah kita dapat memastikan bahwa apa yang diajarkan Yesus selama beliau hidup belumlah lengkap, tetapi beliau baru mengajarkan ajaran-ajaran moral yang sangat dasar saja.

Dalam sebuah diskusi dengan seorang rekan kerja saya yang adalah orang Kristen, terdapat sebuah topik menarik yang mungkin dapat kita kaji lebih jauh. Waktu itu saya melemparkan masalah tentang 10 perintah Allah dalam Alkitab yang salah satunya berbunyi “jangan membunuh”, dan sebuah ayat lagi yang mengatakan “jangan makan darah”. Waktu itu hal yang saya pertanyakan pada beliau adalah, kenapa umat Kristen mengindahkan perintah Yesus untuk tidak membunuh dan tidak makan darah? Bahkan saat ini umat Kristen dikenal sebagai pemakan segalanya. Apakah itu tidak bertentangan dengan perintah-perintah tersebut? Dan bagaimana kaitannya dengan pernyataan Yesus dalam Yohanes 16.12 dan Yohanes 3.12?

Kalau boleh saya berpendapat, apa yang dijalankan oleh mereka yang mengaku sebagai pengikut Yesus saat ini, bukanlah ajaran Yesus yang sebenarnya. Lalu ajaran siapakah?

Dalam percakapan yang sama dengan rekan kerja saya tersebut, saya juga mempertanyakan kenapa sampai mereka dapat memakan segala jenis binatang seperti itu dan jawabannya sangat mengejutkan. Karena Paulus yang hidup setelah Yesus mengeluarkan sebuah surat yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini boleh kamu makan. Atas dasar inilah mereka mengindahkan perintah Yesus untuk tidak membunuh dan tidak makan darah.

Selanjutnya, mari kita coba melihat komposisi Alkitab dan dari mana sumbernya terlebih dahulu.

  • Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab,929 pasal dan 23144 ayat
  • Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab, 260 pasal dan 7957 ayat
  • Sumbangsih Paulus di Perjanjian Baru adalah 100 Pasal (38.5% Perjanjian Baru)
  • Sumbangsih paulus dan Rekan (Lukas dan Markus) terhadap Perjanjian Baru adalah minimum 65%
  • Sumbangsih penulis lain terhadap Perjanjian Baru (termasuk didalamnya anggota 12 Rasul Asli Yesus), Petrus: 3.5%, Matius (ada indkasi merupakan murid Petrus):13.5%; Yohanes :18%
  • Perjanjian Lama sering dikutip oleh Perjanjian Baru, Ada kurang lebih 2650 kutipan Perjanjian Baru dari Perjanjian Lama, yaitu 350 kutipan langsung dan 2300 kutipan tidak langsung atau persamaan bahasa. Dengan kata lain, terdapat rata-rata 1 kutipan Perjanjian Lama dalam setiap 3 ayat Perjanjian Baru.
  • Kitab Yesaya dan Mazmur paling sering dikutip (masing-masing lebih dari 400 kali), sedangkan kitab Kidung Agung tidak pernah dikutip dalam Perjanjian Baru.
  • Pasal terpanjang di Alkitab: Mazmur 119 ( 176 ayat,2445 kata, 100146 huruf)
  • Ayat dalam II Raja-raja 19:1-37 (kecuali ayat 15) isinya sama persis dengan Yesaya 37:1-38 (kecuali ayat 15)

Dilihat dari komposisi ayat-ayat Alitab ini, ternyata yang paling banyak berperan dalam ayat-ayat ajaran Kristen adalah Paulus. Jadi, tidakkah ini menguatakan teorema yang mengatakan bahwa ajaran Kristen saat ini lebih condong ke ajaran Paulus, bukan Yesus?

Untuk menjawab hal ini saya tidak akan menyimpulkannya sendiri, tapi saya akan kutipkan beberapa analisa yang dikirimkan seorang sahabat via email. Sebuah analisis yang mengejutkan tapi juga membuka pikiran kita akan sesuatu hal yang kontroversial. Selanjutnya, jika anda ingin berkomunikasi langsung dengan pembuat tulisan di bawah ini, silahkan email ke dustapa@gmail.com

Adapun artikel-artikel yang menguatkan asumsi saya tersebut adalah sebagai berikut;

A. Paulus, Mesias boneka karya Herodes Agung

Pemisahan diri Paulus dari Jemaat diatas sebenarnya merupakan wujud bekerja dengan baiknya rekayasa Herodes Agung pada diri Paulus. Paulus memang dirancang untuk menjadi mesias boneka untuk menghadapi kebangkitan mesias Israel yang dinubuatkan (Yesus), supaya tidak terulang kejadian Musa menghancurkan kekuasaan Firaun Mesir di Yehuda, karena Mesias yang dinubuatkan ini dikatakan membawa pola Musa.

Kalau kita tengok sejarah bangsa Israel, nama Saulus yang merupakan nama lahir Paulus harusnya merupakan sesuatu yang sangat aneh, terutama untuk orang yang diketahui dibesarkan dalam pendidikan keyahudian yang ketat. Nama itu adalah nama seorang raja blacklist yang dinyatakan oleh alkitab sendiri Allah menyesal telah memilihnya sebagai raja. Siapa yang tidak mengenal raja Saulus yang membangkang kepada Allah? Terlebih lagi orang yang bersangkutan merupakan musuh bebuyutan raja Daud yang dihormati.

Raja Daud berjasa mengalahkan Goliat, dibanggakan oleh seluruh bangsa Israel. Pernah menjadikan bangsa Israel menjadi bangsa yang besar. Ia juga penulis kitab yang selalu dibaca oleh orang-orang Israel untuk menjadi pedoman hidup mereka yang dikenal dengan kitab Mazmur. Di samping itu mesias yang dinubuatkan akan bangkit untuk menyelamatkan bangsa Israel itu dikenal dengan sebutan Anak Daud. Bagaimana mungkin ada orangtua dari kalangan orang Ibrani menamai anaknya dengan nama manusia blacklist, seolah-olah ia tidak peduli bahkan menghina kebesaran raja Daud?

Dari Alkitab sendiri kita mengetahui ternyata Paulus mempunyai bapak romawi (Kisah 22:28, Kisah 23: 27)! Paulus juga melarang keras pengikutnya membicarakan serta mengkait-kaitkan silsilah (Titus 3:9, 1 Timotius 1: 4), apalagi mengkait-kaitkannya dengan hukum Taurat. Ada apakah gerangan di balik semua ini?!!

1. Nubuat kedatangan mesias Israel (YESUS).

Matius 2:6 Dan engkau betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara yang memeritah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.

Kisah 7:37 Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu

2. Antisipasi model Firaun Mesir di tanah Yehuda oleh Herodes.

Untuk mengantisipasi kebangkitan seorang Musa di tanah Yehuda Herodes Agung memerintahkan pembunuhan terhadap anak-anak umur dua tahun kebawah persis seperti yang dilakukan oleh Firaun Mesir.

Matius 2:16 Herodes menyuruh membunuh semua anak di betlehem dan sekitarnya yang berumur dua tahun kebawah.

3. Rekayasa mesias tandingan (Kelahiran PAULUS).

Untuk mengantisipasi lolos seperti Musa, Herodes Agung merekayasa mesias tandingan untuk menciptakan pihak yang merasa terserang jika mesias yang asli tampil. Direkayasalah suatu kelahiran yang merupakan kebalikan dari kelahiran Yesus (kebalikan dari: yang disebut anak Daud, yang mau menyelamatkan bangsa Israel, yang mau memaklumkan Hukum). Kelahiran tersebut diprogram seolah-olah menjadi kelahiran mesias yang dijanjikan untuk Israel di mata sebagian imam-imam Israel untuk menangkal kegelisahan mereka tentang kekuasaan di Yehuda.

Ia akan dididik ketat dengan tradisi keyahudian tetapi dibuat sedemikian rupa sehingga ia juga bagian dari Romawi. Jadi ia harus menjadi yahudi juga romawi juga. Sehingga nanti tidak akan memihak kepada Yahudi saja, seperti yang pernah dilakukan oleh Musa yang hanya membela sesama yahudinya yang menghajar sampai mati seorang Mesir. Terhadap Herodes Muda Galilea ia harus satu darah, jadi tidak akan terulang kejadian seperti Musa yang melupakan total persaudaraannya dengan Ramses (Firaun Muda) karena ia memang tidak sedarah. Bahkan sedikitpun Musa tidak punya darah Mesir. Ia hanya seorang anak Ibrani yang dipungut dari sungai nil.

Mesias rekayasa ini juga harus lahir di luar tradisi bangsa Israel yang wajar tentang pernikahan. Ini termasuk bagian yang penting untuk menjadi oposisi dari mesias yang sesungguhnya, karena salah satu nubuat tentang kedatangan sang mesias adalah mau memaklumkan Hukum kepada bangsa-bangsa. Maka untuk itu semua lahirlah nama Saulus oleh Herodes Agung terhadap seorang perempuan suku benyamin, di luar tradisi pernikahan yang wajar menurut ukuran Taurat (lahir dari pelanggaran hukum).

Demikianlah kelahiran mesias tandingan itu diprogram, bila mesias yang sesungguhnya itu lolos dari pembunuhan massal anak dua tahun kebawah itu, maka akan ada yang melawannya secara pribadi untuk Romawi dari kalangan orang yahudi sendiri. Atau jika mesias rekayasa ini sendiri menjadi sangat kuat dan berkuasa, diharapkan Romawi juga akan tetap aman.

4. Kesalahpahaman tentang penyaliban Yesus.

Orang-orang Yahudi merasa telah membunuh Yesus di tiang salib, dengan kata lain, mereka merasa telah membuktikan Yesus nabi palsu, karena menurut Taurat dan yang telah menjadi pengetahuan turun-temurun, orang yang mati di kayu salib itu orang terkutuk. Padahal hanya diserupakan seperti itu bagi mereka (diserupakan seperti mereka telah membunuhnya). Yang jelas mereka tidak membunuhnya dengan cara apapun (termasuk membunuh dengan cara menyalibkannya), dengan demikian Yesus bukan nabi palsu. Ia adalah utusan Allah yang benar untuk bangsa Israel. Namun mereka telah menyia-nyiakan Yesus.

Untuk membersihkan nama baiknya, Yesus melakukan perjalanan keliling selama empat puluh hari menemui murid-muridnya untuk mengklarifikasi ketidakmatiannya. Termasuk juga terhadap Paulus, untuk menghentikannya upayanya membinasakan jemaat di Damsyik.

5. Pengejaran dan pembunuhan atas pengikut Yesus.

Karena sepengetahuan mereka Yesus mati di tiang salib (seolah terbukti nabi palsu), maka mereka melakukan pengejaran dan pembunuhan terhadap pengikut Yesus sampai ke daerah-daerah di luar Israel. Khususnya Saulus yang sangat bersemangat melakukan itu dengan modal surat kuasa dari imam besar bermaksud menyeret para pengikut Yesus yang berada di Damsyik juga.

6. Pertemuan face to face Paulus dgn Yesus di gurun.

Rencana pembinasaan ke Damsyik diketahui oleh Yesus, maka Yesus menemui Paulus secara pribadi dengan menyamar sambil membuktikan dirinya tidak mati kepada Paulus. Dengan membuktikan diri tidak mati tidak mungkin gagal menghentikan usaha pembinasaan yang keji itu. Paulus pun tidak mempunyai pilihan lain selain dari percaya dan berbaptis. Di kemudian hari Paulus menjadi tinggi hati dan memisahkan diri lagi dari jemaat. Untuk membenarkan ajaran sesatnya (Kematian-Kebangkitan), pertemuannya dengan Yesus itu diceritakan oleh Paulus dengan bahasa yang disamarkan dengan mengatakan melihat cahaya yang terang benderang. Padahal sesungguhnya ia bertemu langsung dengan Yesus: face to face.

7. Paulus dibaptis oleh Ananias Damsyik.

Ketika Paulus hendak berbaptis, Yesus tidak sudi membaptiskannya secara pribadi karena perbuatannya yang mau memberantas jemaat itu. Juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari seperti meninggikan diri terhadap para murid soko guru jemaat, atau bahkan kalau-kalau ia adalah antikristus yang telah dinubuatkan. Oleh karena itu oleh perintah dari Yesus sendiri, ia dibaptiskan oleh seseorang bernama Ananias yang levelnya ada dibawah murid-murid soko guru jemaat.

8. Ikut serta memberitakan Taurat bersama murid-murid.

Setelah Paulus berbaptis, atas pesan Yesus sendiri pengetahuan dan kemampuan retorikanya segera dimanfaatkan untuk mempengaruhi para penguasa dan pembesar. Tapi hal ini diceritakan dalam Bibel seolah-olah Yesus sangat bergantung kepadanya soal pemberitaan. Mungkin melibatkannya dalam pemberitaan secepat itu akan membuatnya tinggi hati, namun setidaknya ada dua hal yang harus segera dilakukan menyangkut Paulus ini, yaitu: satu, keimanannya harus ditingkatkan terus untuk meredam keantikristusannya untuk sekian lama jika ia ternyata antikristus yang diramalkan itu. Kedua, pengetahuan dan kemampuan retorikanya dapat dipakai untuk mempengaruhi para pembesar.

9. Paulus menarik diri dan stand by di Tarsus sebagai jemaat biasa.

Setelah beberapa lama memperkuat pemberitaan bersama murid-murid, akhirnya Paulus stand by di Tarsus. Setidak-tidaknya ada 3 penyebab Paulus tidak lagi terlibat dalam pemberitaan bersama murid-murid.

a. Mau dibunuh oleh orang-orang yahudi karena Paulus mengajarkan Yesus mesias.

b. Merasa dikucilkan oleh jemaat karena masa lalunya, mungkin juga sudah dicurigai sebagai antikristus.

c. Meninggikan diri dan merasa dengki terhadap kedudukan murid-murid (1Timotius 3: 6).

10. Paulus dipanggil untuk mengurusi jemaat tak diharapkan.

Di Anthiokia mulai banyak orang-orang Yunani masuk jemaat, tapi mereka dibiarkan tidak bersunat dan memakan makanan yang diharamkan. Mereka disebut jemaat tak bersunat. Jika dikaitkan dengan misi asli pemberitaan Yesus, mereka ini merupakan jemaat tak diharapkan. Paulus dipanggil untuk mengurusi jemaat tak diharapkan ini. Ini bisa memberdayakan Paulus yang selama ini non aktif, dimana seolah-olah ia memperoleh lahan kerja dalam pemberitaan yang tidak mengganggu wibawa murid-murid dengan ketinggian hatinya. Tapi ternyata disinilah mulai bergulirnya keantikristusan Paulus. Di Anthiokia ini jugalah nama baru pertama kali digunakan untuk jemaat tak bersunat, yaitu sebutan “kristen”.

Pemanggilan Paulus ini bukan atas perintah dari Yesus tapi merupakan prakarsa dari sidang jemaat atas laporan banyaknya jemaat non yahudi di Anthiokia atas peran beberapa orang jemaat dari Siprus dan Kirene. Jadi bukan Paulus yang memulai menarik jemaat tak bersunat ini. Bahkan sebelum itu Petrus pun telah melakukan pembaptisan terhadap orang non Israel bernama Kornelius, tapi mendapat teguran dari sidang jemaat. Jadi sekali lagi bukan paulus yang memulai menarik orang tak bersunat ke dalam jemaat. Dan sebenarnya jemaat non yahudi itu adalah jemaat tak diharapkan.

Penerimaan terhadap orang-orang bukan yahudi ke dalam jemaat selalu disertai dengan keraguan, yaitu apakah mereka diterima atau tidak ke dalam jemaat. Ketika Yesus pun memuji keimanan seorang wanita samaria, ia terlebih dahulu mengatakan: tidak pantas roti untuk anak-anak di lemparkan kepada anjing. Bahkan murid-murid yang menyertainya meminta izin untuk mengusir wanita itu. Semua ini menandakan bahwa jemaat tak bersunat bukan sentral pemberitaan. Jika jemaat tak bersunat tiba-tiba menjadi sentral pemberitaan oleh Paulus yang mana berpengaruh kepada isi seluruh keyakinan, ini merupakan sesuatu yang lain.

Yang perlu mendapat perhatian adalah, salah satu dari pengajar di Anthiokia ada yang bernama Menahem, seorang yang tercatat di Alkitab dibesarkan bersama dengan raja wilayah Herodes (Kisah 13:1). Pertanyaannya, bagaimana bisa seorang Menahem yang satu asuhan dengan Herodes yang disebut serigala oleh Yesus (Lukas 13: 31-32) bisa menjadi pengajar untuk jemaat tak bersunat di Anthiokia bersama dengan Paulus? Dari mana aksesnya? Dari Paulus tentu saja.

Kalau Paulus punya akses khusus dengan Menahem yang satu asuhan dengan Herodes tentu Paulus punya akses khusus juga dengan Herodesnya sendiri. Karena memang Paulus bersaudara dengan raja wilayah Herodes, namun hal ini dirahasiakan sedemikian rupa. Itu pulalah sebabnya Paulus melarang membicarakan silsilah (Titus 3:9, 1 Timotius 1:

4). Tidak heran ketika Paulus mendapat perkara, ia mendapat perlindungan di istana Herodes (Kisah 23:35).

Menahem mempunyai kesamaan dengan Paulus dalam hal nama. Sama-sama memakai nama raja Israel. Bedanya Paulus lebih banyak diasuh dalam situasi keyahudian di bawah pimpinan Gamaliel, sedangkan Menahem lebih banyak diasuh dalam situasi keromawian di lingkungan istana. Dan juga, jika melihat kepada sikap Herodes yang menganggap Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi dan sikap penasarannya menanti-nantikan pertemuan dengan Yesus, maka dapat dipastikan bahwa Herodes pun mendapatkan pendidikan keyahudian yang terprogram. Dengan demikian baik raja wilayah Herodes, Menahem dan Paulus berada di bawah satu rancangan asuhan. Dan tentunya mereka satu bapak!!

11. Doktrin kematian kebangkitan terbentuk pada pikiran Paulus.

Ketidakselarasan Paulus dalam banyak hal dengan jemaat membuat pikiran-pikiran terkutuk muncul di dalam dirinya. Ia mengkaitkan kelahiran dirinya dengan keberadaan jemaat tak bersunat, yang sama-sama di luar hukum dan tradisi yang wajar bangsa Israel. Jika hal ini dimanifestasikan ke dalam suatu ajaran tentunya “PEMBATALAN HUKUM” akan dapat membebaskan dirinya dari ikatan dengan murid-murid bahkan ikatan dengan Yesus sekalipun. Dengan demikian panas hatinya akan hilang dan seakan ia menemukan jati dirinya dan memperoleh kemerdekaan, sekalipun itu merupakan kekafiran.

Tetapi apakah yang akan menjadi tanda pembatalan hukum di dalam kedatangan Yesus? Jawabnya: suatu kematian! Bukankah semua orang mengetahui bahwa Yesus telah digantung di tiang salib? Bukankah Imam Besar Kayafas telah menantangnya untuk turun dari kayu salib namun ia tidak berdaya yang mana disaksikan oleh banyak orang? Bahkan “mukjizat” mempercayai “kematian” Yesus ini bukan hanya membersihkan nama baik diri Paulus terhadap ukuran Hukum, tetapi juga terangkatnya Yesus (baca: kepergiannya) sebagai konsekwensi dari penolakan Israel ditambah dengan pengetahuan Paulus yang luas dapat menempatkan Paulus pada suatu posisi yang setara dengan posisi seorang mesias yang punya wewenang menetapkan prinsip-prinsip dan dasar-dasar keyakinan.

“Kematian” Yesus itu harus diasumsikan Yesus mati bersama ajaran pernyataan Hukumnya itu, sebagai karunia mulai tidak dihitungnya segala kesalahan manusia, ditiadakannya dosa, lalu rohnya bangkit di dalam diri Paulus dengan ajaran lain yaitu ajaran pembatalan Hukum. Untuk dapat ditangkap oleh semua orang dan terdengar membahagiakan pembatalan hukum ini disebut sebagai pengampunan dosa. Paulus sendiri menjadi rasul seperti murid-murid menyebarluaskan ajaran tersebut. Segala sesuatu yang diperlukan untuk memutuskan diri dari jemaat Yerusalem yang mengajarkan pernyataan Hukum dan kepemimpinan para murid ada semua di situ seperti disediakan dari langit. Maka Paulus tinggal meyakinkan kepada orang-orang untuk mempercayai adanya kematian dan kebangkitan Yesus. Untuk itu ia harus nekad berdusta mengatakan Yesus mati di kayu salib, sekalipun Yesus telah membuktikan diri hidup di depan mata kepalanya sendiri saat di gurun, sebagaimana yang dilakukan Yesus kepada murid-murid dan seluruh jemaat.

Kelemahan ide Paulus ini adalah tidak bisa diajarkan kepada orang-orang Israel apalagi terhadap orang-orang Israel anggota jemaat. Itulah sebabnya Paulus mengumumkan dirinya telah dipilih sebagai rasul untuk orang-orang tak bersunat.

Paulus mempertemukan hal-hal dibawah ini untuk membentuk ajarannya (Beginilah bagaimana keantikristusan diberikan jalan):

1. Kelahiran dirinya yang di luar tradisi yang wajar (Ayah romawi dan ibu yahudi)

2. Adanya rancangan rekayasa dalam dirinya (nama saulusnya dan kaitan-kaitannya).

3. Anggapan Yesus mati di tiang.

4. Kenyataan ramainya orang-orang tak bersunat masuk ke dalam jemaat

5. Adanya pengucilan oleh jemaat bersunat terhadap dirinya

6. Kemustahilan Israel memikul ajaran cinta kasih (keadilan, kesetiaan, belas kasihan).

7. Nubuat dikutuknya bangsa Israel.

8. Nubuat bangsa lain (Arab) menjadi bangsa pilihan.

9. Sikap antipati bangsa Israel terhadap bangsa Arab

10. Pertemuan di gurun yang sangat mendukung.

11. Yesus tidak membaptiskannya secara pribadi.

Tapi karena tidak ada yang namanya kematian Yesus di tiang, maka ajaran tersebut adalah ajaran dusta. Namun dusta bagi orang yang telah putus asa dari rahmat Allah seperti Paulus tentu tidak ada dosanya:

Roma 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

12. Paulus disidang di Yerusalem tentang penyimpangan ajaran.

Paulus dipanggil ke Yerusalem untuk ditanyai tentang penyimpangan-penyimpangan yang ia ajarkan di daerah-daerah lain. Namun dalam Sidang Jemaat ia dapat memenangkan perdebatan dengan pemutarbalikannya sehingga ia dibiarkan oleh murid-murid, apalagi ia “membuktikan diri” dengan membawa persembahan yang banyak atas nama jemaat tak bersunat.

Dan terkait dengan kegelisahan orang-orang yahudi luar jemaat, ada dari murid-murid menyarankan agar Paulus berpura-pura mentahirkan diri dengan tradisi yahudi karena mereka juga telah mendengar khabar dirinya mengajarkan pembatalan Taurat di daerah-daerah lain itu. Mereka ini juga membawa Paulus ke sebuah sidang, namun dalam hal ini Paulus memastikan kepada mereka bahwa Yesus hidup alias tidak mati (Kisah 25:19), padahal kepada jemaat tak bersunatnya ia mengaku Yesus mati. Inilah yang ia maksudkan dengan dua sikap terhadap yahudi dan bukan yahudi untuk memenangkan hati mereka (1Korintus 9: 19-22).

13. Paulus memisahkan diri dari jemaat.

Dengan alasan kelahirannya Paulus yakin bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk membatalkan ajaran Hukum, dengan demikian ia merasa ditakdirkan tidak sejalan dengan Yesus yang menyatakan Hukum. Dengan kata lain ia tahu dirinya ditakdirkan menjadi antikristus. Paulus telah menemukan allahnya sendiri. Maka Paulus memberanikan diri memisahkan diri dari Yesus dan kepemimpinan murid-murid melalui perkataannya dibawah ini:

Galatia 1: 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Roma 9: 3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

14. Penyangkalan Paulus terhadap Yesus.

Sumpah apapun yang dinyatakan oleh Paulus tentang hubungan dirinya dengan Yesus sesungguhnya hanyalah sumpah palsu, karena sesungguhnya Paulus menyangkal Yesus.
Pernyataan Yohanes dari jemaat Yerusalem:

2Yohanes 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Pernyataan-pernyataan Paulus dari jemaat Makedonia:

2Korintus 5: 16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Ibrani 6: 1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.

2Korintus 12: 2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 3 Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — 4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.

Roma 9: 3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

15. Fitnah Paulus tentang keberadaan murid-murid.

Galatia 2:6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu–bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka–bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.

2Korintus 11: 4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. 5 Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.

2Korintus 11: 13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

2Korintus 11: 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

16. Fitnah Paulus tentang keyakinan jemaat bersunat.

Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Galatia 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”

Galatia 5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan dibawah ini:

Kejadian 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Matius 8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Matius 12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan Hukum kepada bangsa-bangsa.

17. Antara Roma dan Yerusalem

Seperti yang dikatakan diatas, mesias yang dijanjikan adalah untuk memimpin bangsa Israel, menyatakan hukum, disebut anak Daud. Dengan melencengnya Paulus ke bangsa Yunani, membatalkan hukum, silsilah separuh romawi dan separuh ibrani, nubuat tentang mesias menjadi tidak jelas arahnya.

Matius 10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

Roma 1: 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

18. Yahudi, Yunani dan Arab.

Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Roma 2: 10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

Galatia 4: 31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

B. Herodes Agung, mencontek stategi Firaun Mesir

Herodes Agung dianggap bisa menundukkan dan menyatukan Yehuda bagi Romawi dan ia juga membuat banyak pembangunan di Yehuda. Tapi Herodes Agung juga dikenal sebagai seorang raja yang sangat paranoid dan bengis menyangkut kekuasaan. Ia tercatat membunuh anak-anak dan isterinya sendiri karena kekhawatirannya dikudeta.

Ketika ada beberapa orang majusi menceritakan akan ada kebangkitan seorang juru selamat di Yehuda ia menjadi gelisah. Apalagi setelah dicheck pada orang alim yahudi memang ada yang seperti itu, bahkan dikatakan pada skript mereka kebangkitan itu mirip dengan kebangkitan Musa di tanah Mesir. Musa sendiri telah mengabarkan jauh-jauh hari tentang keberadaan seseorang seperti dirinya akan dibangkitkan untuk orang-orang Israel. Pernyataan itu dikisahkan kembali  pada surat Kisah Rasul-rasul:

Kisah 7:37 Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu

DEUTEREONI 18:

18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN?

22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Maka Herodes Agung pun melihat ke belakang apa yang dilakukan oleh penguasa Mesir. Ternyata Firaun membunuh semua anak berumur dua tahun kebawah. Dan itu jugalah yang dilakukan oleh Herodes Agung untuk mengatasi permasalahannya. Ia mencontek apa yang dilakukan oleh raja Mesir. Ia melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Firaun itu sudah benar, terlepas dari bermoral atau tidaknya cara tersebut. Memang secara logika hanya cara itulah yang paling ampuh untuk menjawab permasalahan yang sedang dihadapi Firaun. Tetapi strategi tersebut masih kurang sempurna menurut Herodes Agung, karena terbukti Musa lolos, yang pada akhirnya mengalahkan Ramses (Firaun) dan meruntuhkan kejayaannya. Memanglah tidak akan pernah ada sesuatu yang dipikirkan oleh manusia itu bisa langsung sempurna.

Untuk menyempurnakan strategi tersebut, harus ada antisipasi juga menghadapi kemungkinan lolos ini. Jawabannya tentunya haruslah mempersiapkan seorang mesias boneka. Yaitu seseorang yang benar-benar akan merasa dirinya sebagai calon mesias Israel yang ditunggu-tunggu Israel itu. Seseorang yang akan merasa terserang jika ada tampil lagi di Yehuda mesias lain selain dirinya. Yang mana, kalau benar demikian, tentu akan ditudingnya orang itu sebagai mesias palsu. Lalu ia akan menumpas ‘gerombolan mesias palsu’ itu dengan dukungan penuh dari semua orang yahudi.

Kita tahu sebagian dari yang disebutkan ini tertulis dengan nyata dalam Bibel terjadi pada diri Paulus. Selanjutnya adalah mengantisipasi kalau-kalau mesias tandingan ini berhasil mengalahkan mesias yang sebenarnya, supaya ia tidak menjadi bumerang bagi romawi sendiri di kemudian hari. Kita tahu walaupun Musa dididik dengan ketat dengan tradisi Mesir di istana Firaun pada akhirnya ia meninggalkan keluarga mesirnya itu untuk hanya memihak kepada saudara-saudara ibraninya saja. Ia memukul sampai mati seorang mesir asli untuk membela seorang saudara ibraninya yang dianiaya. Ia juga memutuskan hubungan persaudaraannya dengan Ramses yang memang tidak bersaudara sungguhan dengannya, serta ia mengacak-acak kekuasaan Ramses, lalu akhirnya Musa pergi meninggalkan Mesir dalam keadaan luluh-lantah.

Maka supaya tidak terulang kejadian seperti Musa yang memukul mati seorang mesir karena membela saudara ibraninya dan supaya ia tidak mengacak-acak kekuasaan herodes yang berkuasa untuk Romawi, mesias boneka ini haruslah mempunyai darah romawi juga. Jadi ia bukan sekedar anak ibrani yang diangkat anak seperti Musa. Tentunya dia harus bersaudara secara darah dengan Herodes yang menjadi raja wilayah. Dengan demikian dia haruslah anak dari Herodes Agung sendiri! Kesinilah arahnya ketika Paulus mengatakan bahwa dirinya memperoleh kewarganegaraan Roma melalui kelahirannya (Kisah 22:28, Kisah 23: 27). Juga mengapa ia tidak suka membicarakan silsilah dirinya dikaitkan dengan masalah keyakinan (Titus 3:9, 1 Timotius 1: 4).

Rekayasa mesias boneka ini dapat mengatasi kegelisahan para imam dan orang-orang Israel menyangkut kekuasaan di tanah Yehuda apalagi dengan adanya nubuat kebangkitan mesias seperti yang tertulis dalam script mereka. Pendidikannya dapat diserahkan sepenuhnya kepada orang yahudi sendiri (imam Gamaliel), dididik secara ketat dengan tradisi yahudi sendiri. Romawi (Herodes Agung) hanya menitip darahnya pada anak tersebut. Jika Musa yang dididik ketat dengan tradisi Mesir mencari jalan untuk kembali kepada keluarga ibraninya. Demikian juga mesias boneka itu juga akan mencari jalan untuk kembali kepada keluarga romawinya. Kita tahu Paulus akhirnya memilih Roma sebagai kota tuhan bagi jemaatnya, bukan Yerusalem seperti yang ada dalam misi Yesus.

Supaya sang mesias boneka ini tidak berfikir dirinya hanya untuk Israel, ia harus diberi sesuatu yang membuatnya tidak berfikir begitu. Maka dipersiapkanlah buatnya nama yang diambil dari nama seorang raja blacklist dalam sejarah. Yaitu: Saulus! Raja Saulus blacklist itu adalah musuh bebuyutan raja Daud iconnya Israel. Mesias yang dinubuatkan terkait dengan raja Daud, ia mempunyai sebutan Anak Daud. Maka mesias boneka itu tidak akan merasa dirinya anak Daud apalagi hanya untuk Israel. Alkitab menyebutkan tentang raja Saulus itu Allah menyesal memilihnya sebagai raja. Diharapkan mesias boneka itupun akan mempunyai mentalitas yang serupa. Bahkan ia harus lahir dari pelanggaran hukum agar ia tidak mengkaitkan dirinya dengan penyelenggaraan hukum. Dengan melihat ibu Paulus tetap berada di Tarsus dan melahirkan Paulus di sana, tetap hidup dengan tradisi yahudi farisi yang ketat, bukan dengan cara romawi seperti Herodes, juga tidak berada di istana bersama dengan Herodes, terlihat dengan jelas-nyata bahwa wanita itu tidak diperisteri oleh Herodes Agung. Artinya………???

Setelah Paulus menyadari semua itu ada pada dirinya, Paulus pun memisahkan diri dari jemaat tanpa pertimbangan siapapun, termasuk Yesus dan murid-murid:

Galatia 1: 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

C. Fitnah Paulus atas murid-muridnya

Seiring dengan pertumbuhan jemaat tak bersunat, Paulus menemukan doktrin tersendiri untuk jemaat tak bersunat, lalu ia mengklaim dirinya rasul juga sebagaimana Petrus dan murid-murid rasul-rasul untuk jemaat bersunat, serta mengajak jemaat tak bersunat untuk berpisah dari kepemimpinan Petrus. Lalu siapakah yang benar-benar mengajarkan nama Yesus dan benar-benar bekerja untuk Yesus dari kedua jemaat yang pecah itu? Yang jelas tidak mungkin kedua-duanya bisa dibenarkan sekaligus.

Apa yang kita lihat kemudian adalah Paulus jelas-jelas melakukan perusakan nama baik murid-murid Yesus dengan menuduh mereka mengajarkan yesus lain, roh lain dan injil lain. Benarkah klaim Paulus ini? Siapakah yang sebenarnya mengajarkan yesus lain roh lain dan injil lain? Paulus juga menyebut murid-murid dengan sebutan rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Benarkah klaim Paulus ini? Siapakah sebenarnya yang merupakan rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus? Selain itu ia menyebut murid-murid dengan sebutan memperhambakan, menghisap, menguasai, angkuh, menampar jemaat. Benarkah klaim Paulus ini? Siapakah sebenarnya yang memperhambakan, menghisap, menguasai, angkuh, dan menampar jemaat?

Paulus merasa bahwa dirinya tidak kalah dalam hal pengetahuan dari murid-murid dan bahwa dirinya juga orang Ibrani, orang Israel dan keturunan Abraham tidak berbeda dari murid-murid. Agar supaya jemaat lebih mempercayai dirinya dari murid-murid.

Pernyataan Paulus pada 2Corintus 11:

4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. 5 Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.

6 Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.

13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.

14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.

22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!

23 Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
Tanda-tanda perpecahan antara Kefas (Petrus) dengan Paulus:

Galatia 2: 1 Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi–dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang–,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu. 6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu–bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka–bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku. 7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 8 –karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya. 11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Versi Kisah Rasul-rasul tentang penuturan Paulus diatas:

Kis 21: 17 Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati. 18 Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. 19 Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya. 20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: “Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.

Usaha Paulus untuk mengajak jemaat yahudi berpindah doktrin

Heb: 1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.
Pernyataan pemisahan diri Paulus dari Yesus, murid-murid dan Jemaat:

Galatia 1: 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Roma 9: 3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

Bagaimanakah penuturan-penuturan dari kelompok Petrus tentang Paulus? Tinggal kita lacak saja di dalam alkitab sendiri. Di dalam kitab Perjanjian Baru ada surat-surat murid-murid dan surat-surat Paulus yang terlihat beradu argumentasi dan saling menyerang antara dua kelompok surat itu. Kemudian ada Kisah Rasul-rasul yang terkesan netral. Dan ada empat injil Matius Markus Lukas Yohanes yang khusus mengisahkan perjalanan Yesus.

Surat-surat Paulus jelas mengajarkan pembatalan hukum, pengampunan dosa, segala sesuatu tentang keyakinan jemaat tak bersunat. Sedangkan surat-surat murid-murid terkesan agak plin-plan doktrinnya karena adanya pemutarbalikan dan campurtangan oleh doktrin yang berkuasa saat ini. Demikian juga pada kisah perjalanan Yesus yang tertulis di Matius Markus Lukas Yohanes, terdapat pemutarbalikan khususnya tentang ketidakmatian Yesus.

Pada surat-surat murid, khususnya surat Petrus, 2Petrus 3 ayat 15-16, ada tertulis dengan terang nama Paulus. Tapi melihat konteksnya disitu tidak jelas apakah merupakan dukungan terhadap Paulus ataukah merupakan kecaman terhadapnya. Terlihat seperti dukungan tapi bukan dukungan. Sebaliknya juga, terlihat seperti kecaman tapi bukan kecaman. Apakah dukungan atau kecaman tentunya itu dapat dipastikan. Dengan melihat adanya perseteruan dan perpisahan antara Petrus dan Paulus, maka hal itu dapat kita pastikan sebagai sebuah kecaman. Ayat berikut ini:

2Petrus 3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Jadi dari argumentasi tulisan di atas, apakah tidak menunjukkan bahwa sebenarnya para penganut Kristen yang sekarang lebih condong sebagai pengikut Paulus dibandingkan sebagai pengikut Yesus?

Warning:

Artikel ini saya tulis bukan untuk menjustis ajaran Kristen saat ini menyimpang, tetapi hanya untuk bertanya dan berargumen berdasarkan data-data yang saya peroleh. Jika ada saudara-saudara Kristen yang ingin meluruskan artikel ini, silahkan isikan comment-nya, namun jika pertanyaannya ditujukan pada 3 (tiga) buah artikel yang saya kutip dari seorang teman saya, silahkan email langsung ke dustapa@gmail.com . Dan sebagai bahan informasi dan objektivitas diskusi, sudilah kiranya anda menuliskan copy-annya juga dalam comment artikel ini.

%d bloggers like this: