[anti-both]

Zat-Zat Kimia Dari Kekuatan Gaib

SRILA PRABHUPADA: Para ilmuwan mengatakan bahwa kehidupan mulai dari zat-zat kimia. Namun pertanyaan yang sebenarnya adalah, “Dari manakah zat-zat kimia itu berasal?” Zat-zat kimia berasal dari kehidupan, dan ini berarti bahwa kehidupan mempunyai kekuatan-kekuatan gaib. Sebagai contoh, sebatang pohon jeruk menghasilkan banyak buah jeruk, dan masing-masing buah jeruk mengandung zat-zat kimia—asam sitrat dan lain-lain. Jadi dari manakah zat-zat kimia itu berasal? Zat-zat kimia itu jelas berasal dari kehidupan yang ada dalam pohon itu. Para ilmuwan mengabaikan asal-usul zat-zat kimia tersebut. Mereka memulai penyelidikan dari zat-zat kimia, namun mereka tidak dapat mengidentifikasi asal-usul dari zat-zat kimia itu. Zat-zat kimia itu berasal dari kehidupan tertinggi—Tuhan. Persis seperti badan hidup seorang manusia menghasilkan banyak zat kimia, begitu pula kehidupan tertinggi (Tuhan Yang Maha Esa) menghasilkan semua zat kimiawi yang ditemukan dalam atmosfer, dalam air, dalam badan manusia, dalam badan binatang dan dalam tanah. Dan hal itu disebut kekuatan gaib. Tidak akan pernah ada penyelesaian bagi persoalan tentang asal-usul kehidupan kecuali kekuatan gaib Tuhan diterima.

DR. SINGH: Para ilmuwan akan menjawab bahwa mereka tidak dapat mempercayai kekuatan gaib.

SRILA PRABHUPADA: Tapi, mereka harus menjelaskan tentang asal-usul zat-zat kimia tersebut. Siapa pun dapat mengerti bahwa sebatang pohon biasa sedang menghasilkan banyak zat kimia. Namun bagaimanakah cara pohon itu menghasilkan zat-zat kimiawi tersebut? Karena para ilmuwan tidak dapat menjawab hal ini, mereka harus menerima bahwa sang kekuatan hidup mempunyai kekuatan gaib. Saya bahkan tidak dapat menjelaskan bagaimana kuku jari saya tumbuh keluar dari jari saya; hal itu di luar jangkauan kekuatan otak saya. Dengan kata lain, kuku jari saya ini sedang tumbuh dengan suatu potensi yang tak dapat dipahami, acintya-sakti. Jadi, jika acintya-sakti ada di dalam badan manusia biasa, bayangkan betapa besarnya acintya-sakti yang dimiliki Tuhan. Perbedaan antara Tuhan dan saya adalah bahwa walaupun saya memiliki potensi-potensi yang sama seperti yang dimiliki Tuhan, saya hanya dapat menghasilkan zat-zat kimiawi dalam jumlah kecil, sedangkan Tuhan dapat menghasilkan zat-zat kimia dalam jumlah yang sangat besar. Saya dapat menghasilkan sedikit air dalam bentuk keringat, namun Tuhan dapat menghasilkan lautan-lautan. Analisis atas setetes air laut memberi kita analisis kualitatif atas laut tersebut, tanpa satu pun kesalahan. Sama halnya, makhluk hidup biasa adalah bagian Tuhan yang tak terpisahkan, sehingga dengan menganalisis makhluk hidup tersebut kita dapat mulai mengerti Tuhan. Pada Tuhan ada kekuatan gaib yang sangat besar. Kekuatan gaib Tuhan bekerja dengan cepat, akurat seperti sebuah mesin elektrik. Sejumlah mesin beroperasi dengan energi listrik, dan mesin-mesin itu dibuat dengan sangat bagusnya sehingga semua pekerjaan dikerjakan hanya dengan menekan sebuah tombol. Demikian pula, Tuhan bersabda, “Jadilah ciptaan,” dan ciptaan itu muncul. Dengan dipikirkan secara demikian, cara-cara kerja alam tidaklah amat sulit untuk dimengerti. Tuhan memiliki kekuatan-kekuatan luar biasa semacam itu, sehingga penciptaan itu, atas perintahNya saja, segera terjadi.

BRAHMANANDA SWAMI: Beberapa ilmuwan tidak menerima keberadaan Tuhan atau acintya-sakti.

SRILA PRABHUPADA: Itulah kekurangajaran mereka. Tuhan itu ada, dan acintya-sakti-Nya juga ada. Dari manakah kekuatan terbang seekor burung berasal? Baik Anda maupun burung adalah entitas-entitas hidup, tapi burung bisa terbang disebabkan oleh acintya-sakti yang ia miliki, dan Anda tidak bisa terbang. Contoh lainnya adalah air mani dihasilkan dari darah. Seorang manusia mempunyai kekuatan gaib dalam tubuhnya sehingga darah ditransformasi menjadi air mani karena ada kecenderungan seksual. Mungkinkah ini terjadi tanpa ada suatu kekuatan gaib yang terlibat? Ada banyak kekuatan gaib pada entitas-entitas hidup. Sapi makan rumput dan menghasilkan susu. Semua orang tahu hal ini, tapi bisakah Anda membuat susu dari rumput? Bisakah Anda? Oleh karena itu ada kekuatan gaib dalam diri sapi tersebut. Begitu sapi makan rumput, dia dapat mengubahnya menjadi susu. Pria dan wanita pada dasarnya adalah sama, namun sebagai se-orang pria Anda tidak dapat menghasilkan susu dari makan makanan, sementara seorang wanita bisa menghasilkan susu. Ini semua adalah kekuatan gaib.

DR. SINGH: Para ilmuwan akan mengatakan bahwa ada bermacam-macam enzim atau zat kimia dan ada berbagai macam badan dan enzim-enzim atau zat-zat kimia ini yang menyebabkan sapi tersebut menghasilkan susu.

SRILA PRABHUPADA: Ya, namun siapakah yang membuat enzim-enzim dan mekanismenya itu? Hal itu terjadi karena kekuatan gaib. Anda tidak dapat membuat enzim-enzim ini atau aturan tersebut. Anda tidak dapat membuat susu dari rumput kering di dalam laboratorium Anda. Di dalam tubuh, Anda bisa mengubah makanan menjadi darah dan jaringan tubuh, tapi di laboratorium, tanpa adanya kekuatan gaib, Anda bahkan tidak akan mampu mengubah rumput menjadi susu. Oleh karena itu Anda harus menerima keberadaan kekuatan gaib tersebut.

Asal-Usul Kekuatan Gaib

SRILA PRABHUPADA: Para yogi terutama sekali tekun dalam mengembangkan berbagai kekuatan mistis (gaib). Seorang yogi bisa berjalan di atas air tanpa tenggelam. Hukum gravitasi tidak berlaku padanya. Itu sebuah kekuatan mistis yang disebut laghimaLaghima berarti bahwa seseorang dapat menjadi lebih ringan daripada kapas dan mampu menetralkan hukum gravitasi. Sistem yoga hanya mengembangkan potensi yang sulit dimengerti yang telah ada dalam diri praktisi yoga tersebut. Para pemuda itu sedang berenang [menunjuk pada para peselancar], tapi saya sendiri tidak bisa berenang. Kendati demikian, kekuatan berenang itu masih terpendam dalam diri saya; saya hanya harus melakukannya. Jadi, jika kekuatan yoga yang sangat kuat ada dalam raga manusia, coba pikirkan betapa jauh lebih besarnya kekuatan yoga yang Tuhan miliki. Oleh karena itu, di dalam kitab-kitab Veda Tuhan disebut Yogesvara, yang berarti “penguasa segala kekuatan gaib.” Di dalam Bhagavad-gita [10.8] Krishna bersabda, aham sarvasya prabhavo mattah sarvam pravartate: “Aku adalah sumber dari seluruh dunia spiritual dan dunia material. Segalanya berasal dari-Ku.” Jikalau kita tidak menerima pernyataan dari Tuhan ini, maka tidak ada keterangan yang meyakinkan tentang asal-usul alam material ini. Tuhan tidak mungkin dapat dimengerti tanpa kita menerima keberadaan kekuatan gaib tersebut, namun jika Anda mengerti Tuhan secara ilmiah, maka Anda akan mengerti segalanya.

DR. SINGH: Jadi, Anda bermaksud mengatakan bahwa sains dimulai dari satu titik lanjutan—bukan dari titik paling awal?

SRILA PRABHUPADA: Ya, tepat sekali. Mereka tidak mengetahui pangkal mulanya. Para ilmuwan itu mulai dari satu titik—tetapi dari manakah titik itu berasal? Itu yang mereka tidak tahu, sekalipun mereka melakukan penelitian yang luas sekali. Orang harus menerima bahwa sumber yang sejati adalah Tuhan, yang penuh dengan kekuatan-kekuatan gaib dan yang menjadi asal mula segalanya. Tuhan sendiri bersabda di dalam Bhagavad-gita, aham sarvasya prabhavo mattah sarvam pravartate: “Aku adalah sumber dari semua dunia spiritual dan dunia material. Segalanya berasal dari-Ku.” Kesimpulan-kesimpulan kita tidaklah didasarkan pada keyakinan buta; kesimpulan-kesimpulan itu sangat ilmiah. Zat atau materi berasal dari kehidupan. Di dalam kehidupan—di dalam yang sejati—ada sumber-sumber material yang tak terbatas; itulah rahasia besar dunia.

Jika Anda menjatuhkan sebatang jarum, maka jarum itu akan langsung jatuh, tapi seekor burung yang memiliki berat beberapa pound dapat melayang-layang di udara. Kita harus membuktikan asal-usul dari kemampuan melayang-layang ini. Jika kita mempelajari alam, maka kita akan mengetahui bahwa semua makhluk hidup memiliki suatu kekuatan gaib. Seorang manusia tidak dapat hidup di dalam air selama beberapa jam, namun seekor ikan terus-menerus hidup di dalam air. Apakah itu bukan kekuatan gaib?

DR. SINGH: Itu gaib bagi saya, tapi bukan bagi ikan.

SRILA PRABHUPADA: Ya. Itu karena kekuatan gaib tidak diberikan merata secara keseluruhan. Namun segala kekuatan gaib itu ada pada Tuhan, asal-usul segalanya. Saya mendapatkan sedikit kekuatan gaib-Nya, Anda mendapatkan sedikit kekuatan gaib-Nya, dan burung-burung mendapatkan sedikit kekuatan gaib-Nya. Namun gudang dari kekuatan gaib itu adalah Tuhan.

Ada delapan macam kekuatan gaib yang utama. Beberapa di antaranya adalah laghima (yang mana seseorang dapat menjadi lebih ringan daripada sehelai bulu unggas), mahima (yang mana seseorang dapat menjadi lebih besar daripada sebuah gunung), prapti (yang mana seseorang bisa meraih apa pun yang dia kehendaki) dan istiva (yang mana seseorang dapat benar-benar menundukkan dan mengendalikan makhluk lain). Macam kekuatan gaib yang lain dapat dilihat pada matahari, karena dari sinar matahari ada banyak benda yang tak terhitung jumlahnya dihasilkan melalui cara yang tidak dapat dijelaskan. Kalau para ilmuwan tidak menerima keberadaan kekuatan gaib ini, maka mereka tidak akan dapat menjelaskan fenomena-fenomena ini. Mereka hanya meng-hadapi sesuatu secara tidak langsung.

DR. SINGH: Seorang ilmuwan yang pintar mungkin mengatakan apa saja untuk membuktikan pendiriannya, tanpa sungguh-sungguh membuktikannya. Seorang ilmuwan sejati harus mencapai penyebab utama yang sejati—analisis terakhir.

SRILA PRABHUPADA: Ya, kalau dia tidak menemukan sumber yang utama, maka dia tidak menggunakan sains dengan sesungguhnya.

DR. SINGH: Apakah pemahaman ilmu kebatinan (mistisme) berarti mengetahui bahwa setiap hari badan kita ini menanti kematian?

SRILA PRABHUPADA: Ya.

DR. SINGH: Namun rata-rata manusia tidak berpikir bahwa dia sedang menunggu kematian?

SRILA PRABHUPADA: Hal itu disebabkan oleh kebodohan. Setiap saat dia itu sedang menanti kematian, tapi dia berpikir, “Aku akan hidup selamanya.” Sesungguhnya, kematian itu mulai dari saat kelahiran. Analisis kita atas persoalan itu ada-lah bahwa karena orang-orang sedang menanti kematian, maka kita harus menghentikan kematian itu. Namun mereka yang namanya ilmuwan itu tidak hanya sedang mempercepat proses kematian, melainkan juga tidak bersedia menerima saran yang baik untuk mengoreksi diri mereka sendiri.

Sumber: Life come from life

Translate »
%d bloggers like this: