[anti-both]

Evolusi Kesadaran

 

DR. SINGH: Srila Prabhupada, saya menemukan satu pernyataan dalam Bhagavad Gitayang kira-kira berarti bahwasanya seluruh 8.400.000 jenis entitas hidup diciptakan bersamaan. Apakah itu benar?

Srila Prabhupada: Ya.

DR. SINGH: Apakah berarti bahwa ada beberapa entitas hidup yang langsung dalam jenis manusia tanpa menjalani proses evolusi?

Srila Prabhupada: Ya. Makhluk hidup berpindah dari satu bentuk jasmani yang satu ke bentuk jasmani yang lainnya. Bentuk-bentuk itu sudah ada. Entitas hidup hanya memindahkan dirinya, persis seperti seorang manusia yang pindah dari satu apartemen ke apartemen lainnya. Satu apartemen kelas utama, yang satu lagi kelas dua, dan yang satunya lagi kelas tiga. Jika seseorang berasal dari sebuah apartemen kelas ekonomi pindah ke sebuah apartemen kelas utama, orangnya sama, tapi sekarang, sesuai dengan kemampuan pembayarannya, atau karma, maka dia mampu menempati sebuah apartemen berkelas elit. Evolusi yang sebenarnya bukan berarti perkembangan fisik, melainkan perkembangan kesadaran. Apakah Anda mengerti?

DR. SINGH: Saya kira begitu. Apakah maksud Anda bahwa jika seseorang jatuh ke tingkat kehidupan yang lebih rendah, maka dia harus berkembang selangkah demi selangkah agar sampai pada tingkat yang lebih tinggi?

Srila Prabhupada: Ya. Karena Anda mempunyai uang lebih banyak, maka Anda dapat berpindah ke sebuah apartemen yang lebih bagus. Biarpun begitu, apartemen tersebut sudah ada sebelumnya. Bukanlah berarti bahwa apartemen kelas ekonomi menjadi apartemen kelas bisnis. Hal demikian adalah teori Darwin yang tidak masuk akal. Dia akan mengatakan bahwa apartemen tersebut telah berubah menjadi apartemen kelas elit. Para ilmuwan modern berpikir bahwa kehidupan berasal dari zat. Mereka mengatakan bahwa berjuta-juta tahun yang lalu yang ada hanyalah zat atau materi, namun tidak ada kehidupan. Kita menyangkal hal itu. Dari kedua energi kehidupan—kehidupan dan materi, kehidupan, atau roh, adalah energi superior yang semula, dan materi (badan) adalah energi inferior yang dihasilkan.

DR. SINGH: Apakah keduanya ada secara bersamaan?

Srila Prabhupada: Ya, namun roh itu bebas dan materi terikat. Sebagai contoh, saya dapat hidup bahkan tanpa tangan dan kaki saya. Jika tangan dan kaki saya diamputasi, saya mampu bertahan hidup. Jadi saya bukan bergantung pada tangan dan kaki saya; tangan dan kaki sayalah yang  bergantung pada diri saya, sang roh di dalam badan saya.

 

Badan Untuk Keinginan yang Abadi

 

DR. SINGH: Namun apakah kehidupan dan zat (badan) muncul secara bersamaan?

Srila Prabhupada: Tidak. Mereka bukan “muncul” sama sekali. Mereka telah ada sebelumnya. Ide “muncul” tersebut ada dalam pikiran-pikiran kita karena kita sedang hidup di dunia yang terbatas, dimana kita melihat bahwa ada sebuah permulaan bagi segalanya. Karena itu kita berpikir tentang segala hal dari sudut pandang “muncul.” Namun sesungguhnya zat dan roh telah ada. Saat saya lahir, saya berpikir kelahiran saya adalah permulaan dunia ini. Namun dunia itu telah ada sebelumnya. Contoh lain adalah api. Ketika Anda menyalakan api, apakah cahaya dan panas datang kemudian? Tidak. Kapan pun api dinyalakan, maka cahaya dan panas langsung ada. Tapi seandainya saya berpikir, “Sekarang ada api, tetapi saya harus menunggu cahaya dan panas datang kemudian.” Bukankah itu suatu ketololan?

DR. SINGH: Tetapi api adalah sumber panas dan cahaya.

Srila Prabhupada: Ya, tetapi panas dan cahaya ada secara bersamaan dengan api itu. Begitu pula dengan entitas-entitas hidup yang kekal memiliki banyak keinginan kekal yang berbeda. Dan segala keanekaragaman jenis atau spesies kehidupan juga selalu ada untuk menyesuaikan dengan berbagai keinginanyang kekal ini.

DR. SINGH: Dan entitas-entitas hidup diciptakan untuk hidup dalam badan-badan yang berlainan sesuai keinginan-keinginan ini?

Srila Prabhupada: Ya. Sebagai contoh, pemerintah membangun rumah tahanan karena mengetahui akan ada penjahat. Jadi pada saat seorang penjahat diadili dan dijatuhi hukuman, penjara telah tersedia, bahkan sebelum masa peradilan. Dengan cara yang sama Tuhan dijelaskan sebagai sarva-jna, Dia yang mengetahui segalanya. Dengan demikian Tuhan mengetahui bahwa beberapa entitas hidup akan menjadi penjahat dan menentang pelayanan kepada Tuhan. Selanjutnya, Tuhan mengetahui berbagai keinginan entitas-entitas hidup di dunia material ini yang diperoleh menurut tiga sifat alamiah dunia material. Oleh karena itu Tuhan menciptakan semua jenis kehidupan dari sejak permulaan untuk menampung semua roh yang terikat.

Tiga sifat alam material adalah sattva-guŠa [kebaikan], rajo-guŠa [nafsu] dan tamo-guŠa [kebodohan]. Dengan ketiga sifat inilah semua objek yang beraneka-ragam di dunia material ini dibuat, seperti halnya orang yang mencampur tiga warna utama (biru, merah dan kuning) untuk membuat berjuta-juta corak warna. Keahlian yang sangat besar yang diperlukan untuk menangani susunan ini ada di alam. Menurut Bhagavad Gita[3.27], prakrteƒ kriyamaŠani guŠaiƒ karmaŠi sarvasaƒ: “Segala perbuatan dilakukan oleh ketiga sifat alam material.” Dan sifat-sifat ini terwujud dalam berbagai macam spesies kehidupan, yang meliputi tanaman, pepohonan, tumbuhan atau hewan air, manusia, dewa, kucing, anjing dan banyak lagi yang lainnya, yang seluruhnya berjumlah 8.400.000 spesies kehidupan.

Tuhan Yang Maha Kuasa memperluas diri-Nya sebagai Paramatma, atau Roh Utama, di dalam hati setiap insan. Walaupun berada di dalam badan material, Roh Utama ini tidak bersifat material, sekalipun Dia adalah sumber asli badan material. Karena panas dan cahaya adalah energi-energi matahari, matahari tidak pernah merasa “kepanasan.” Demikian pula halnya dengan Paramatma, tidak ada perbedaan antara spiritual dan material karena kedua energi material dan spiritual tersebut berasal dari-Nya. Kadang kita melihat awan menutupi matahari; namun itu sebenarnya adalah ke-tidaksempurnaan kita. Kita di muka planet ini mengalami penyinaran matahari dan hari berawan, namun di matahari, sekalipun ia dapat menciptakan awan, hanya sinar mataharilah yang dialaminya. Sama halnya, pembagian zat dan roh adalah hal yang kita alami, bukan hal yang dialami Tuhan. Apakah Tuhan datang dalam yang namanya badan material atau dalam badan spiritual, Tuhan selalu transendental. Bagi Tuhan, zat dan roh adalah sama karena Tuhan adalah sumber energi. Tuhan dapat mengubah zat menjadi roh, dan roh menjadi zat.

 

H2O Plus Kekuatan Gaib

 

DR. SINGH: Para ahli kimia dan ilmuwan berpikir bahwa unsur tertentu dapat membuat sang roh tetap tinggal di dunia material. Mereka mengatakan unsur-unsur itu adalah karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen—unsur-unsur utama yang bergabung untuk membentuk kesatuan-kesatuan hidup. Saya pikir kitab-kitab Veda mengajarkan bahwa untuk makhluk hidup bisa berkembang, pertama-tama roh harus masuk ke dalam unsur-unsur kimia yang telah ada sebelumnya ini. Apakah itu benar?

Srila Prabhupada: Ya. Sebagai contoh, tanah mengandung segala yang diperlukan oleh sebuah tanaman untuk tumbuh, namun pertama-tama Anda harus menaruh sebutir benih di dalam tanah. Demikian pula halnya dengan seorang ibu, dia memiliki semua unsur yang diperlukan bagi penciptaan badan yang lain di dalam rahimnya, namun sang ayah pertama-tama harus menyuntikkan air mani, atau benih, ke dalam rahim itu; kemudian sang anak akan tumbuh berkembang. Seekor anjing membentuk badan anjing yang lain, dan seorang manusia membentuk badan manusia yang lainnya. Mengapa? Karena semua unsur yang dibutuhkan telah tersedia, pada masing-masing badan.

Kita menemukan sejumlah zat kimia di badan saya, jumlah yang lebih sedikit dalam badan semut, dan jumlah yang lebih banyak dalam badan gajah. Jadi, jika saya mampu menciptakan zat kimia lebih banyak daripada semut, dan gajah mampu menciptakan zat kimia lebih banyak daripada saya, maka bayangkan berapa jauh lebih banyaknya yang mampu Tuhan ciptakan! Inilah dasar yang seharusnya digunakan oleh para ilmuwan untuk mempertimbangkan tentang bagaimana oksigen dan hidrogen dapat bergabung membentuk air. Jika tidak, mereka tidak akan dapat mengetahui sumber hidrogen dan oksigen yang luar biasa banyaknya yang diperlukan untuk membentuk lautan. Tapi kami bisa mengetahui sumber itu. Hidrogen dan oksigen ini ada dalam vira˜-rupa, badan semesta Tuhan. Mengapa para ilmuwan itu gagal memahami kebenaran nyata ini? Hidrogen dan oksigen bergabung membentuk air di lautan. Kita berdua menerima fakta ini. Tapi para ilmuwan heran mendengar bahwa asal-usul hidrogen dan oksigen yang sangat besar ini adalah acintya-sakti, atau kekuatan gaib Tuhan yang sulit dipahami.

 

Definisi “Kehidupan”

 

DR. SINGH: Saya melihat ada satu perselisihan pendapat di kalangan para ilmuwan mengenai definisi hidup dan tidak hidup. Beberapa di antara mereka mengatakan jika satu makhluk dapat bereproduksi, maka ia hidup. Oleh karena itu, mereka menyatakan telah menciptakan kehidupan karena molekul-molekul DNA besar tertentu yang dihasilkan di dalam laboratorium dapat menggandakan diri mereka sendiri; molekul-molekul DNA itu dapat menghasilkan rangkaian molekul lain dengan kemampuan mereka sendiri. Beberapa ilmuwan mengatakan molekul-molekul DNA ini hidup, dan ilmuwan yang lain mengatakan mereka itu tidak hidup.

Srila Prabhupada: Karena seseorang mengatakan suatu hal dan seseorang mengatakan hal lain, maka pengetahuan mereka pasti tidak sempurna.

DR. SINGH: Bisakah kita mendefinisikan hidup sebagai “mengandung kesadaran” dan tidak hidup  sebagai “tanpa kesadaran?”

Srila Prabhupada: Ya, itulah perbedaannya. Seperti yang disabdakan oleh Krishna dalam Bhagavad Gita[2.17], avinasi tu tad viddhi yena sarvam idam tatam. “Yang ada di seluruh badan tidaklah dapat dihancurkan.” Siapa pun dapat mengerti apa yang tersebar di seluruh badan yang hidup; itu adalah kesadaran. Sesuai dengan kesadaran kita pada saat kematian, kita dianugerahi satu bentuk jasmaniah tertentu. Jika Anda memiliki kesadaran seperti seekor anjing, maka Anda akan mendapatkan badan anjing, dan jika Anda memiliki kesadaran yang suci, maka Anda akan mendapatkan badan dewa. Krishna memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menerima badan apa saja yang mereka inginkan:

                             

yanti deva-vrata devan

pitrn yanti pitåvrataù

bhutani yanti bhutejya

yanti mad-yajino ‘pi mam

 

“Orang-orang yang menyembah dewa akan lahir di antara para dewa; orang yang memuja hantu dan roh halus akan lahir di antara makhluk seperti itu; orang yang memuja para leluhur pergi ke leluhur mereka; dan orang-orang yang memuja-Ku akan hidup bersama-Ku.” [Bg. 9.25]

Kesalahan Darwin

 

DR. SINGH: Jika seorang manusia tidak mencapai pembebasan, apakah dia harus melalui 8.400.000 jenis kehidupan sebelum dia sampai lagi pada bentuk manusia?

Srila Prabhupada. Tidak, entitas hidup membuat kemajuan selangkah demi selangkah hanya dalam bentuk-bentuk kehidupan yang lebih rendah saja, sesuai dengan hukum-hukum alam. Di dalam bentuk kehidupan manusia, dia diberkahi kesadaran yang maju—dia memiliki kebijaksanaan. Oleh karena itu, jika dia maju dalam kesadarannya, maka dia tidak akan mendapatkan badan seekor anjing atau kucing; dia akan mendapatkan badan manusia lagi.

prapya puëya-kåtaà lokan

uñitva sasvatiù samaù

sucinam srimatam gehe

yoga-bhrañöo ‘bhijayate

Kata yoga-bhrastaƒ berarti seseorang yang menjalani yoga yang karena sesuatu dan lain hal dia belum berhasil sepenuhnya. Tidak ada evolusi di sini; dia diberikan lagi badan manusia. Dia tidak mendapatkan badan seekor kucing atau-pun badan seekor anjing. Mirip dengan apartemen yang telah kita diskusikan sebelumnya, jika Anda mampu membayar lebih banyak, maka Anda mendapatkan sebuah apartemen yang lebih bagus. Anda tidak perlu datang ke apartemen kelas rendah terlebih dahulu.

DR. SINGH. Apa yang telah Anda katakan sama sekali bertentangan dengan teori evolusi Darwin.

Srila Prabhupada. Darwin sendiri adalah orang yang tidak beriman. Teori dia itu apa? Kita depak filsafat Darwin. Semakin kita mendepak filsafat Darwin, semakin maju kita dalam kesadaran spiritual.

DR. SINGH. Banyak ilmuwan meragukan teori-teori Darwin. Namun para pendukung Darwin mengatakan bahwa kehidupan mulai dari zat dan berkembang dari organisme bersel satu ke organisme bersel banyak. Mereka percaya bahwa spesies-spesies yang lebih tinggi seperti binatang dan manusia tidak ada pada saat permulaan dunia ini.

Srila Prabhupada: Darwin dan para pengikutnya adalah orang-orang kurang ajar. Jika pada mulanya tidak ada spesies-spesies yang lebih tinggi, mengapa mereka ada sekarang? Mengapa spesies-spesies yang lebih rendah juga masih ada? Sebagai contoh, pada saat ini kita melihat orang cerdas dan keledai dungu. Mengapa kedua entitas hidup ini ada secara bersamaan? Mengapa bentuk keledai belum berkembang ke tingkat yang lebih tinggi lalu hilang?  Mengapa  kita  tidak  pernah melihat seekor kera melahirkan seorang manusia? Teori Darwin yang menyatakan bahwa kehidupan mulai di zaman tertentu tidaklah masuk akal. Bhagavad Gita menyebutkan bahwa Anda dapat berpindah secara langsung ke spesies mana pun yang Anda kehendaki, sesuai dengan upaya-upaya yang Anda lakukan. Kadang saya melakukan perjalanan ke Amerika, kadang ke Australia dan kadang ke Afrika. Negara-negara itu telah ada sebelumnya. Saya hanya melakukan perjalanan lewat negara-negara tersebut. Bukan berarti bahwa karena saya telah datang ke Amerika, maka saya telah membuat atau menjadikan Amerika. Dan ada banyak negara yang belum saya lihat. Apakah itu berarti negara-negara tersebut tidak ada? Para ilmuwan yang mendukung Darwin tidaklah logis. Bhagavad Gita menyebutkan dengan jelas bahwa semua jenis kehidupan ada secara bersamaan, dan bahwasanya Anda dapat pergi ke jenis kehidupan mana saja yang Anda suka. Anda bahkan bisa naik ke kerajaan Tuhan, jika Anda sangat berkeinginan untuk itu. Semua ini dinyatakan di dalam Bhagavad Gita oleh Sri Krishna.

Dikutip dari “Life come from life”

%d bloggers like this: