Yang disebut sebagai Kanistha Adhikari sebagaimana disinggung dalam Bhakti Rasamrita Sindhu 1.2.119; “tatra kanisthah— yo bhavet komala-zraddhaH sa kaniSTho nigadyate” adalah orang yang tingkat sradha (keyakinannya) masih rapuh dan mudah goyah. Hal ini juga disampaikan dalam Hari-Nama Cintamani bab 15 yang menyatakan bahwa seorang Kanistha Adhikari adalah orang yang memuja Sri Krishna dan me-reject persembahan kepada para dewa dan pelayan Sri Krishna dan hanya memuja Krishna tetapi untuk tujuan material.

Tentang Madhyama Adhikari juga disinggung pada Hari-Nama Cintamani bab 15 yang menyebutkan bahwa seseorang disebut Madhyama Adhikari jika dia adalah penyembah murni dan sangat tegas dalam pengabdian. Menganggap dirinya paling benar tetapi juga tidak menyalahkan cara pemujaan yang lain. Dalam Sajjana-tosani 10/12 juga dijelaskan bahwa seorang Madhyama Adhikari adalah orang yang memiliki karakter antara Kanistha Adhikari dan Uttama Adhikari. Caitanya-siksa mrta 6/4 mengatakan bahwa seseorang layak menyanyikan dan berjapa dengan nama suci Sri Hari jika dia sudah mencapai tingkat Madhyama Adhikari.

Dan tentang Uttama Adhikari juga dijelaskan dalam Hari-Nama Cintamani bab 15 sebagai orang yang telah mencapai keadaan tenang sempurna, telah khusuk dalam pengucapan nama suci Krihna dan tekun dalam pengabdian diri dan jiva-nya sudah terfokus hanya pada satu tujuan, yaitu hanya kepada Sri Krishna.

Perbedaan antara Kanistha, Madhyama dan Uttama ini ditegaskan dalam Sajjana-tosani 4/9; “Seseorang yang sangat ahli dalam kitab suci dan menjalankannya dengan taat serta memiliki sradha yang kuat dalam pelayanan cinta bhakti adalah seorang Uttama Adhikari. Seseorang yang belum terlalu ahli dalam kitab suci, belum memiliki sradha yang teguh tetapi berusaha ada dalam pelayanan bhakti disebut Madhyama Adhikari. Seseorang yang sudah mengembangkan sradha-nya, tetapi belum berlindung pada apa yang disampaikan kitab suci disebut sebagai Kanistha Adhikari. Jika seorang Kanistha tetap bergaul dengan para penyembah dan meyakini apa yang disampaikan kitab suci, maka dia juga akan menjadi Vaisnava yang matang”.

Translate »
%d bloggers like this: