Kita sebagai sang jéva tergolong prakåti yaitu para prakåti, tenaga marginal Tuhan Kåñëa (apareyam itas tu anyam prakåtim viddhi me param jéva bhutam – Bg.7.5) , dan selalu berada dibawah pengen dalian-Nya (mäyädhyaksena prakåtih – Bg.9.10). Tenaga marginal ini disebut pula tatastha sakti. Dan dalam Visnu Puräëa 6.7.61 ia disebut ksetrajna.

Selanjutnya Tuhan Kåñëa berkata,”Mamaivamso jéva loke jéva bhuta sana tanah, para jéva yang jatuh dan terbelenggu di dunia fana adalah percikan kecil nan kekal yang terpisah dari-Ku” (Bg.15.7).

Sang jéva selamanya merupakan individu spiritual kekal abadi baik ketika berada di dunia fana maupun ketika berada di dunia rohani (na tu evaham jatu nasam …sarve vayam atah param – Bg.2.12. na sato vidya te bhavo na bhavo vidyate satah … – Bg.2.16). Keberadaan sang jéva didalam badan jasmani ditunjukkan oleh kesadaran yakni badan jasmani sadar, bisa merasakan sakit atau nyaman, susah senang, dan sebagainya. Seperti halnya matahari menerangi seluruh jagat, begitu pula sang jéva menerangi seluruh badan jasmani dengan kesadaran (Bg.13.34). Didalam badan jasmani sang jéva hanya tinggal merasakan kesenangan dan kesusahan yang timbul dari kegiatan badan jasmani yang dihuninya (karya karanam kartrtve hetuh prakåtir ucyate puruñah sukha duhkhanam – Bg.13.21).

Di dalam badan jasmani sang jéva bersemäyän di hati bersama Tuhan dalam aspek-Nya sebagai Paramätmä (saman sarvesu bhutesu tisthantam paramesvarah – Bg.13.28. sarvasya caham hrdisan nivistah – Bg.15.15. hrdi sarvasya visthitah – Bg.13.18). Didalam hati badan jasmani, sang jéva duduk sebagai pengemudi kedaraan badan jasmani yang bergerak dibawah kendali Tuhan sesuai dengan reaksi (phala) perbuatan (karma) yang dilakukannya dalam masa penjelmaan sebelumnya dan sekarang (upadrastanumanta … paramatmeti capy uktah – Bg, 13.23. hrd dese’rjuna tisthati bramäyäm sarva bhutani yantra rudhani mäyäya – Bg.18.61).

Oleh karena merupakan tenaga marginal (tatastha sakti) Tuhan, maka sang jéva tidak pernah diciptakan atau dilahirkan. Yang terlahir adalah badan material ini. Jéva ada bersamaan dengan keberadaan Tuhan, karena itu, ia adalah anadi, tanpa awal atau permulaan (prakåtim puruñam caiva vidyanadi ubhau api – Bg.13.20).

%d bloggers like this: