Demikianlah kira-kira terjemahan sebuat sloka Veda yang menekankan pentingnya analisa dan pemahaman ilmiah akan kebenaran setiap sesuatu, tidak terkecuali masalah-masalah metafisika, spiritual, ketuhanan dan Veda sebagai kitab suci sekalipun.

Lewat sloka ini Veda yang meskipun diyakini sebagai kebenaran absolut yang berasal dari Tuhan secara langsung tetap membuka diri untuk dibuktikan kebenarannya. Veda membuka diri untuk dikaji secara ilmiah untuk membuktikan bahwa apa yang disampaikan dalam Veda adalah benar-benar kebenaran yang absolut. Oleh karena itu sudah sepatutnyalah para pengikut Veda menghapuskan dogma-dogma dan berusaha berpikir kritis akan segala sesuatu.

Hal inilah yang membedakan ajaran Veda, Hindu dengan ajaran-ajaran agama-agama Abrahamik (Islam, Kristen dan Yahudi). Jika dalam Veda dianjurkan untuk tidak langsung percaya pada apa yang diungkapkan oleh Veda dan menganjurkan pengikutnya untuk mencoba mengkaji apa yang disampaikan oleh Veda, namun dalam ajaran Abrahamik hal ini sangat bertolak belakang. Semua ajaran Abrahamik menuntut umatnya untuk terlebih dahulu memiliki “iman” akan hal-hal mendasar dalam ajaran mereka.

Dalam ajaran Islam, iman mendasar yang harus dimiliki adalah yakin dan percaya bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Disamping itu umat muslim juga harus percaya pada adanya kiamat, penghakiman akhir, padang masyar, syurga (sorga), keyakinan bahwa Islam adalah agama terakhir yang menyempurnakan agama-agama sebelumnya dan hanya Islam-lah satu-satunya jalan mencapai Tuhan, Allah.

Demikian juga dalam ajaran Kristen, orang Kristen harus beriman pada Yesus sebagai Tuhan anak, Allah Bapa dan Roh Kudus. Mereka harus yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya juru selamat yang telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan umat manusia yang percaya kepadanya dari ancaman api neraka.

Bagaimana jika mereka menyangsikan dogma mendasar ini? Mereka akan dikatakan tidak beriman bahkan dalam istilah dalam ajaran islam mereka dapat dikatakan orang-orang kafir yang akan menderita dalam api neraka selama-lamanya setelah kiamat nanti.

Yang menarik disini adalah bahwa iman ternyata dapat membuat orang melakukan sesuatu di luar logika. Kita ambil contoh kasus bom bunuh diri. Mantan kepada BIN (Badan Inteligen Negara), Jendral (purnawirawan) Hendropriyono dalam disertasi Doktor-nya di UGM mengatakan bahwa yang mungkin melakukan bom bunuh diri hanyalah karena alasan ideologi, bukan hal lain. Ideologi lewat dogma-dogmanya ternyata dapat mengeliminir akal sehat manusia. Pelaku bom bunuh diri sangat yakin bahwa dengan melakukan mati syahid akan menjadi syuhuda yang sudah pasti akan masuk ke Sorga dan hidup kekal dalam kebahagiaan dengan 72 bidadari cantik dan berbagai fasilitas kenikmatan abadi lainnya. Anehnya, apa mereka tahu dengan detail tentang surga? Apakah sudah ada pembuktian akan kenikmatan surga diluar teks-teks kitab suci?

Bahkan doktrin ideologi modern seperti yang pernah dikembangkan oleh NAZI Jerman yang sujatinya adalah kebanggaan absurd atas teori Max Muller dalam mengartikal arti kata Arya dalam Rg. Veda dapat membunuh akal sehat manusia. Baru-baru ini di Alabama dan Georgia berkembang ideologi neo-nazi yang disebut White Power groups, The Aryan National Front yang dipimpn oleh Bill Riccio yang kembali mengumandangkan ideologi Nazi Jerman yang pernah di pimpin Hitler. Hanya dengan doktrin bahwasanya mereka adalah keturunan orang Arya yang paling sempurna dan paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan sudah membuat mereka rela melakukan apapun, bahkan mati untuk ideologi-nya. Padahal pada kenyataannya tidak ada teori ilmiah maupun sumber yang dapat dipercaya yang membenarkan keyakinan mereka.

Hukum pancung dan hukum gantung yang juga banyak dilakukan karena dogma-dogma agama juga sudah sangat banyak terjadi. Kita ambil contoh bagaimana Galileo di eksekusi mati karena yakin dan membenarkan pandangan Copernicus bahwa Bumi itu bulat dan pusat tatasurya kita adalah Matahari. Hal ini sangat bertentangan dengan apa yang diajarkan dalam Al-Kitab. Al-Kitab mengajarkan bahwa Bumi ini datar dan Matahari-lah yang mengelilingi Bumi. Sehingga orang-orang yang beriman pada Alkitab dan para pemimpin gereja mati-matian menentang apa yang disampikan oleh Galileo. Akibat kebenaran inilah Galileo harus merelakan nyawanya melayang di tangan orang-orang yang beriman pada Tuhan. Namun sebelum Galileo dieksekusi setelah mengaku bersalah dihadapan dewan agama berbisik “Eppur si muove” Ia (bumi) tetap bergerak.

Mari kita tengok sekilas ayat-ayat Alkitab yang mengakibatkan pengikut Yesus sampai harus menghukum mati Galileo karena teorinya itu;

1. Alkitab mengatakan bumi memiliki 4 penjuru;

Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari ke empat penjuru bumi. [Yesaya 11:12], [Hebrew: ‘arba` = empat; kanaph= sudut, pojok, penjuru]

Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. [Wahyu 7:1]

2. Melihat seluruh permukaan Bumi dari Ketinggian:

Ketika aku sedang tidur, kulihat sebuah pohon yang tumbuh di tengah-tengah bumi. Pohon itu sangat tinggi; batangnya besar dan kuat. Puncaknya sampai ke langit, sehingga dapat dilihat oleh semua orang di bumi. [Daniel 4:10-11]Pohon yang Tuanku lihat itu begitu tinggi, sehingga puncaknya sampai ke langit, dan dapat dilihat oleh semua orang di bumi. [Daniel 4:20]


Dan Iblis membawanya ke puncak gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadanya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. [Matius 4:8]

Note: para penginjil akan berkilah bahwa itu hanya mimpi daniel, iblis membawa masuk ke alam roh, dst..namun perhatikan logika ‘melihat semua’ dari ketinggian tertentu! Setinggi2nya suatu tempat tidak mungkin melihat yang ada di bagian bumi di bawahnya [bulat]..kecuali tempat itu datar dan bila ini dianggap cuma mimpi buat apa dikategorikan suci sehingga masuk alkitab? Berarti Alkitab tidak semuanya adalah wahyu Tuhan kan?

3. Bumi memiliki tiang:

Yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang. [Ayub 9:6]..Tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya. [Ayub 26:11]
Note: Ibrani/hebrew untuk tiang = ammuwd; langit = shamayim, ‘owr = petir, halilintar; penggunaan kata petir bukan tiang ada di Ayub 37:11

4. Matahari yang beredar mengelilingi Bumi:

.. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. [Mazmur 19:4-6]

5. Bumi memiliki ujung:

untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang fasik dikebaskan dari padanya [Ayub 38:13]…..dan juga kilat petirnya ke ujung-ujung bumi. [Ayub 37:3]..Karena ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi. [Ayub 28:24]

[note: mereka akan berkilah bahwa tidak ada perbedaan antara tanah dan bumi dalam bahasa inggris..namun ayat2 ini berbicara bumi bukan tanah , lihat di Ayub 38:4, ‘…meletakan dasar bumi..’]

Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.[Mazmur 65:8]

engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”[Yesaya 41:9]

Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: “Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna. [Yeremiah 16:19]

6. Kubah Langit dan Batas langit

Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya [AMSAL 8:27]

Yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi–TUHAN itulah nama-Nya. [Amos 9:6]

Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit! [Ayub 22:14]

7. Yesaya [40: 22] menyatakan bumi itu datar:

Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Versi inggrisnya:
[It is] He who sits above the circle of the earth, And its inhabitants [are] like grasshoppers, Who stretches out the heavens like a curtain, And spreads them out like a tent to dwell in. [NJKV]

Perhatikan kata ‘curtain’ dalam bahasa Inggris namun diterjemahkan sebagai ‘kain’ di versi LAI. Kata asli dalam leksikon ibraninya adalah ‘doq, artinya: Veil=tudung. kubah; curtain= korden, tirai [sama sekali tidak mendekati kata ‘kain’]

kata ‘erets di ALKITAB banyak digunakan, berikut adalah arti dan jumlah pemakaiannya dialkitab: land [Tanah] =1543 x, earth [tanah/bumi]= 712 x, country [daerah]= 140 x, ground [permukaan tanah]= 98 x, world[dunia] = 4 x.

‘erets secara statisktik lebih banyak di artikan sebagai ‘tanah’ daripada ‘bumi’ dan memang tergantung konteks pemakaian

Kata chuwg, di Alkitab dipakai 3 kali: Circle=1 , circuit=1, compassed=1, Definisi: to encircle, encompass, describe a circle, draw round, make a circle

Jadi, seharusnya terjemahannya kedalam bahasa Indonesia adalah:
Ia yang bersemayam di tonjolan Bumi[‘erets], dan penduduknya [adalah] bagai belalang, ia yang menarik langit bagai kubah[doq], dan membentangkannya bagai kemah untuk di huni

Bagaimana bentuk Kubah? Atap yang melengkung diatasnya sebuah bidang datar. Ini adalah persis seperti maksud surat Amsal 8:27 dan Amos 9:6 di atas

Arti [‘doq] versi LAI menjadi ‘kain’ bukan kubah, ini juga menjadi menarik! Bagaimanapun cara mereka menghindar dengan memanipulasi kata menjadi ‘kain’ namun mereka tetap lupa untuk sekalian memanipulasi satu kata lagi yaitu membentangkan!

Bagaimana bentuk sesuatu saat dibentangkan? Ia berada dalam keadaan datar/lurus, Disamping itu pula, di dalam Kitab Yesaya saja kita temukan beberapa indikasi kuat bahwa ada Ujung Bumi [Yesaya 5:26, 24:16, 42:10, 48:20], ujung langit [Yes 13:5] dan bagaimana tuhan menciptakan Bumi dari ujung ke ujung [Yes 40:28], ujung-ujung bumi [Yes 41:5, 41:9, 43:6, 45:22], Bumi memiliki 4 Penjuru [, Bumi memiliki 4 Penjuru [Yes 11:12]

Tidak ada penduduk di muka bumi yang menyerupai belalang, maka ‘dwelling above the circle of earth atau bersemayam di tonjolan bumi’ jelas merupakan metaphora yang berarti ‘bersamayam di atas bukit atau gunung (lengkungan/tonjolan tanah/bumi). Alasan ini lebih masuk akal mengingat Alkitab juga merekam bahwa Abraham, Yakob, Iskak dan Musa kerap kali diperintahkan Allah untuk menghadap ketempatNya yang sangat jelas dan spesifik disebut sebagai GUNUNG TUHAN, misal:

    • Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN…[Bil: 10:33, Juga Yesaya 2:3; 30:29, zakharia 8:3]
    • Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” [Mazmur 24:3]
    • dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub [Mikha 4:2]
    • Gunung lainnya yang sering disebut-sebut sebagai tempat menghadap diantaranya adalah Gunung Sion (Yesaya [2:2], [24:23]; Mazmur [74:2]), Gunung Horeb gunung Allah, nama lain Gunung Sinai? (1 raja-raja [19: 8]; keluaran [3:1], [3:12], Kel [19:3] dan Ulangan [1:6]), Gunung Ebal (Yos [8:30], 8:33), Gunung Hor, Lebanon (Ulangan 32:50-51), Efron, Pegunungan di Utara Judah, Effraim (Kejadian [49:29]), Gunung Sinai (Kel [19:16-21]), Gunung Moria, sebelah Timur Yerusalem (Kejadian [22:2], [22:11], [22:14]; 2 tawarih [3:1]), Gunung (Wahyu [21:10], 2 petrus [1:18])

Dari ayat-ayat Alkitab diatas, pengikut alkitab menympulkan bahwa;

  • Empat penjuru bumi dapat juga berarti 4 arah mata angin namun di kitab wahyu dituliskan bumi memiliki hanya 4 Penjuru. Kalimat ini hanya dimungkinkan pada bentuk BUMI yang datar dan mempunyai 4 sudut (Persegi)
  • Dari suatu tempat yang tinggi dapat melihat seluruh permukaan bumi, hanya dimungkinkan dengan satu kondisi yaitu BUMI itu DATAR
  • Sampai ke ujung Bumi ujung-ujung, dapat diartikan seluruh penjuru tempat, namun terdapat Yesaya [41:19] menggunakan kata UJUNG dan PENJURU dan terdapat kata-kata memegang ujung-ujung, sehingga tidak tepat dikatakan seluruh penjuru, dan hanya terjadi jika BUMI itu DATAR.
  • Bumi memiliki tiang yang dapat bergoyang dapat di artikan sebagai ada gempa, Adanya tiang menunjukan bahwa BUMI diciptakan dahulu dan setelah itu LANGIT di ciptakan sehingga harus disangga agar langit tidak jatuh menimpa. Amsal [8:27] mendukung hal ini, dimana Bumi sudah ada terlebih dahulu, dan Langit baru hendak dipersiapkan.Ujung langit dan bumi adalah Samudera. Ini juga menyatakan bahwa Bumi datar dengan Langit seperti Kubah yang juga didukung Amos 9:6, Ayub [22:14] dan Yesaya [40:22].
  • Yesaya [40:22] justru menunjukan Bumi itu Datar, Ia menunjukan Tuhan bersemayam yaitu di tonjolan Bumi sebagai arti kiasan dari bukit atau Gunung, yang disebut sebagai GUNUNG TUHAN tempat Allah Yakub. Disamping itu di ayat Yesaya lainnya juga tegas sekali dinyatakan bahwa bumi mempunyai empat penjuru dan ujung-ujungnya.
  • Alkitab menjelaskan bahwa Mataharilah berjalan pada Bumi yang datar (dari satu Ujung ke Ujung yang lain). Bumi itu Diam tidak berputar.

Disaat kitab suci menolak untuk dikaji, kitab suci dijunjung sebagai kebenaran mutlak yang tidak boleh diperdebatkan, maka bencana-bencana seperti dua kasus diatas pasti akan terjadi.

Oleh karena itu anda sebagai orang yang intelek, yang punya kecerdasan dan nalar yang tinggi sudah seharusnya keluar dari dogma-dogma dan doktrin agama. Apalagi anda pengikut Veda, sudah sewajarnya berusaha berpikir kritis akan segala sesuatu. Bahkan ajaran Sang Buddha, Avatara Tuhan yang ke-9 dalam Dasa Avatara yang tertuang dalam kitab Kalama sutta mengatakan; “Jangan percaya begitu saja pada sesuatu yang anda dengar. Janganlah percaya begitu saja pada suatu tradisi, karena telah berlangsung untuk banyak generasi. Janganlah percaya pada sesuatu yang sedang dibicarakan dan didesas-desuskan oleh banyak orang. Janganlah percaya begitu saja pada sesuatu karena telah tertulis dalam kitab-kitab agama. Janganlah percaya begitu saja sesuatu yang diucapkan gurumu atau orang-orang yang lebih tua.”

Oleh karena itu banggalah menjadi Hindu, Banggalah sebagai bagian dari agama Timur. Banggalah menjadi bagian dari agama ilmiah.

Translate »
%d bloggers like this: